Museum Pengkhianatan PKI (Komunis) sebagai Saksi Kemenangan Ideologi Pancasila





            Karya Tulis ini  dibuat untuk memenuhi syarat mengikuti Ujian Nasional Tahun Ajaran 2011/2012.




Museum Pengkhianatan PKI ( Komunis )
sebagai Saksi Kemenangan Ideologi " Pancasila "
                       






Disusun Oleh :
Anwar Salis Ma’sum
                         
Museum Pengkhianatan PKI ( Komunis )
sebagai Saksi Kemenangan Ideologi " Pancasila "                         

SMP NEGERI 2 KEBUMEN
SEKOLAH STANDAR NASIONAL (SSN)
Jalan Veteran No. 7 Kebumen, Telepon 381329,
Kode Pos 54316




            Karya Tulis ini  dibuat untuk memenuhi syarat mengikuti Ujian Nasional Tahun Ajaran 2011/2012.




                       






Disusun Oleh :  Anwar Salis Ma’sum
                         

SMP NEGERI 2 KEBUMEN
SEKOLAH STANDAR NASIONAL (SSN)
Jalan Veteran No. 7 Kebumen, Telepon 381329,
Kode Pos 54316



i



 Lembar Pengesahan

           Laporan ini telah disahkan sebagai tugas akhir semester Bahasa Indonesia oleh pembimbing.
                        Hari/tanggal               : Sabtu, 21 Mei 2011
                        Tempat                       : SMP Negeri 2 Kebumen









Mengetahui
Kepala Sekolah,



Mukhrisun, S.Pd.
NIP 19601230 198111 1 004

Pembimbing,



Tri Riyanti S.Pd
NIP 19650202 198803 2 066





ii



Lembar Persembahan

           Laporan ini kami persembahkan kepada :

1.       Orang tua yang memberi izin untuk melakukan study tour .
2.       Bapak Mukhrisun yang telah mendukung kegiatan study tour.
3.       Ibu Tri Riyanti yang telah membimbing kami dalam belajar.
4.       Bapak / Ibu guru yang telah menjaga dan membimbing pada saat study tour.
5.       Pemandu wisata yang telah memberi penjelasan tentang tempat wisata yang dikunjungi pada saat study tour.
6.       Rekan – rekan yang telah membantu kami, dan
7.       Para pembaca yang budiman.


















iii



Kata Pengantar

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Dengan memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Berkat segala rahmat, petunjuk dan karunia-Nya, laporan ini dapat hadir untuk menambah pengetahuan pembaca tentang Museum Penghianatan PKI.
Dalam laporan, ini kami telah berusaha secara maksimal untuk menyajikan data secara lengkap, baik, dan benar.
Kami mengucapkap terima kasih kepada guru pembimbing yang telah membimbing kami dalam membuat laporan.
Namun, kami menyadari laporan ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu kami menerima saran agar laporan ini bisa jauh lebih baik dan kami minta maaf jika ada data-data yang kurang lengkap.  





                                                                                                     Kebumen, 24 Mei 2011

                                                                                                               Penyusun









iv



Abstrak

            Perjuangan Rakyat Indonesia mencapai klimaknya pada tanggal 17 Agustus 1945 dengan dikumandangkannya Proklamasi Kemardekaan Indonesia. Sejak itu lahirlah Pancasila dan UUD 1945. Perjalanan sejarah Idonesia dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia telah mengalami berbagai ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan berupa pembrontakan yang membahakan ersatuan dan kesatuan bangsa yang bertujuan meromak bahkan mengganti Dasar Negara pancasila antara lain dengan ideologi komunis yang bertentangan dengan Pancasila.
            Pembrontakan Partai Komunis Indonesia ( PKI ) bertujuan menggantikan Dasar Negara Pancasila dengan komunis yang bertentangan dengan Pancasila. Pembrontakan pertama dilancarkan pada tanggal 18 September 1948 di Madiun. Setelah gagal dalam pembrontakan pertama, PKI kembali melancarkan pembrontakan Kedua pada tanggal 1 Oktober 1965 yang dikenal dengan nama "Gerakan Tiga Puluh September" (G.39.S/PKI).
            Sebagai langkah pertama mereka menculik dan kemudian membunuh beberpa orang perwira dan pejabat teras TNI – AD yang dianggap sebagai lawan politik. Dalam waktu yang relatif singkat pemberontakan itu berhasil ditumpas olh ABRI dan Rakyat yang Pancasilis.
            Hal ini membuktikan keampuhan dan kesaktian Pancasila dalam melawan ideologi yang tidak sesuai dengan Pancasila Dasar Negara. Dari pemberontakan itu, maka kita sepakat bahwa komunis merupakan bahaya yang perlu kita waspadai secara terus menerus terutama pada keadaan seperti saat ini. Bertolak dari kewaspadaan itulah kemudian dibangun Monumen Pancasila Sakti dan Museum Pengkhianatan PKI ( Komunis ) yang menyajikan berbagai kegiatan makar dan pengkhianatan PKI sejak tahun1945 serta penumpasannya bersama oleh rakyat Indonesia bersama ABRI.












v



Daftar Isi
Judul   ..............................................................................................................       i
Lembar Pengesahan ……………………………………………………….     ii
Lembar Persembahan ……………………………………………………..       iii
Kata Pengantar ……………………………………………………………..       iv
Abstrak ……………………………………………………………………....       v
Daftar Isi ……………………………………………………………………..       vi
Bab I     Pendahuluan ……………………………………………………....       1
               Tujuan Penelitian ……………………………………………….....       1
               Latar Belakang Masalah ………………………………………… 1
               Rumusan Masalah ………………………………………………..       1
               Metode Penelitian ………………………………………………... 1
Bab II    Pembahasan ……………………………………………………...       1-3
Bab III Kesimpulan ………………………………………………………..       4
               Saran ………………………………………………………………       5
Daftar Pustaka ………………………………………………………………      6
Lampiran …………………………………………………………………….       7-9










vi


BAB I
PENDAHULUAN
1.         Latar Belakang Masalah
             Monumen Pancasila Sakti mulai dibangun pada tahun 1967, sedangkan penyelesaian pembangunan dan peresmiannya pada tahun 1972. Tujuan dan hakekat spirituil pembangunan Monumen Pancasila Sakti adalah sebagai berikut:
            1. Untuk mengenang jasa pahlawan yang gugur dalam membela negara,               bangsa dan Pancasila sampai titik darah penghabisan.
            2. Membina semangat korsa dikalangan Prajurit TNI.
            3. Monumen peringatan bagi perjuangan Nasional.
            4. Cermin perjuangan Bangsa Indonesia kepada dunia Internasional.
2.         Rumusan Masalah
            - Bagaimana mengetahui Museum Pengkhianatan PKI (Komunis) sebagai Saksi Kemenangan Ideologi “Pancasila”?
3.         Tujuan Pengamatan
- Untuk mengamati lebih mendalam tentang Museum Penghianatan PKI.
- Untuk menambah pengalaman pengetahuan umum.
            - Meningkatkan pengetahuan siswa tentang perjuangan pahlawan Revolusi G.30.S/PKI.
4.         Metode Penelitian
            1. Observasi
            Melakukan pengamatan secara langsung untuk mengetahui betapa besar jasa para pahlawan melawan PKI.
            2. Tanya Jawab
            Mewawancarai sangat di perlukan untuk mendapatkan data secara lengkap dan akurat tentang Museum Penghianatan PKI.
            3. Buku Sumber

1
            Buku Sumber sangat berpengaruh untuk mencari tahu tentang Monumen Pancasila Sakti.
BAB II
PEMBAHASAN

MUSEUM PENGHIANATAN PKI ( Komunis ) sebagai Saksi Kemenangan Ideologi “ Pancasila “

Museum Penghianatan PKI berisi tentang gerakan penghianatan PKI, dimulai dari aksi teror penghianatan PKI, tindakan kekerasan PKI terhadap rakyat hingga perisiwa penghianatn PKI.
            Aksi teror penghianatn PKI selain dilakukan kepada pejabat Pemeritah juga dilakukan kepada rakyat dengan cara merampok, menculik, dan melakukan pembunuhan. Salah satu korban yang dibunuh dalam aksi teror adalah R. Hardiwinangun dengan cara ditembak di atas sungai Cimancak.
            Gerakan Bawah Tanah yang dipimpin Ahmad Khairun berhasil juga mengambil alih kekuasaan Pemerintahan RI di Tangerang dari Bupati Agus Padma Negara. Mereka membubarkan aparatur Pemerintah dari tingkat desa sampai kabupaten, menolak mengakui pemerintah RI di Jakarta dan membentuk laskar hitam. Laskar ini melakukan aksi teror dengan membunuh dan merampok harta penduduk Tangerang dan sekitarnya bahkan berhasil membunuh tokoh nasional Oto Iskandar Dinata di Maut.
            Salah satu bukti pemberotakan PKI untuk mengalihkan perhatian pemerintah RI adalah dengan melakukan kekacauan diantaranya malakukan pembakaran pasar malam hingga menimbulkan banyak korban.
            Peristiwa Penghianatan PKI sendiri dimulai pada tanggal 18 September 1948, ditandai 3 letusan pistol, PKI memulai pemberontakan di Madiun. Pasukan seragam Hitam menyerbu dan menguasai tempat-tempat penting di dalam kota, termasuk gedung Karesidenan Madiun. Di gedung ini PKI mengumumkan berdirinya ‘’Soviet Republik Indonesia’’ dan membentuk Front Nasional. Sejumlah petinggi militer pun ikut dibunuh.




2


Karena semakin banyak kekacauan yang dibuat oleh PKI dan ditengah memuncaknya demonstrasi mahasiswa yang menuntut pembubaran PKI, maka Presiden Soekarno memerintahkan kepada tiga orang perwira tinggi untuk menyusun surat perintah yang berisi wewenang kepada Letjen Soeharto untuk mengambil segala tindakan yang dianggap perlu guna terjaminya keamanan dan ketenangan serta kestabilan jalannya pemerintahan dan revolusi. Surat Perintah tersebut kemudian dikenal dengan surat perintah 11 Maret 1966 atau “Supersemar”.
Pada tanggal 12 Maret 1966, Lerjen Soeharto atas nama Presiden Panglima Tertinggi ABRI atau Mandataris MPRS atau Pimpinan Besar Revolusi mengeluarkan keputusan tentang Pembubaran PKI dan organisasi-organisasi massanya yang seazas, bernanung dan berlindung di bawah PKI, dan PKI dinyatakan sebagai organisasi yang terlarang di seluruh wilayah kekuasaan Republik Indonesia.
Menjelang akhir Agustus 1965 Pimpinan Biro Khusus PKI Syam Kamaruzaman terus menerus mengadakan pertemuan. Pertemuan pada tanggal 22 September 1965 diselenggarakan di rumah Syam di jalan Pramuka, Jakarta. Pertemuan tersebut membahas tentang penetapan sasaran gerakan bagi masing-masing pasukan. Pasukan yang akan bergerak menculik dan membunuh para Jendral yang dianggap lawan politiknya diberi nama pasukan Pasopati yang dipimpin oleh Letnan Satu Dul Arief. Pasukan tersebut bergerak dari Lubang Buaya pada dini hari pada tanggal 1 Oktober 1965 yang didahului dengan gerakan penculikan mereka yang diculik adalah :
1.      Letjen TNI Ahmad Yani
2.      Mayjen TNI MT. Harjono
3.      Mayjen TNI R. Soeprapto
4.      Mayjen TNI S. Parman
5.      Brigjen TNI D. I. Pandjaitan
6.      Brigjen TNI Soetojo Siswomiharjo
7.      Lettu Piere Andries Tendean

3
Mereka yang hidup dimasukkan ke dalam sebuah rumah berukuran 8m x 15,5m. Secara kejam mereka dianiaya dan dibunuh oleh anggota Pemuda Rakyat dan Gerwani serta organisasi lain yang merupakan satelit PKI. Setelah puas degan segala kekejamannya semua jenazah dimasukkan ke dalam sumur lalu ditimbun dengan sampah dan tanah.
Dan pada tahun 1973,di kawasan tersebut didirikan sebuah Monumen, yang diberi nama Monumen Pancasila Sakti untuk mengenang tragedi yang memilukan bangsa Indonesia tersebut. Dibangun untuk mengingat perjuangan para Pahlawan Revolusi yang berjuang mempertahankan ideologi negara Republik Indonesia, Pancasila dari ancaman ideologi komunis.




























4


BAB III
PENUTUP

1.      Kesimpulan
Dari kegiatan ini mempunyai kesimpulan bahwa Museum Penghianatan PKI sangat menarik untuk di kunjungi karena memberi pengetahuan dan wawasan tentang kekejaman PKI terhadap bangsa Indonesia dan yang ingin menjadikan Indonesia menjadi negara komunis dan mengganti Pancasila menjadi ideologi lain.

2.      Saran
Kegiatan seperti ini harus sering di lakukan untuk menambah pengetahuan dan wawasan. Salah satunya dengan mengunjungi Museum Penghianatan PKI. Siswa jadi tahu bagaimana perjuangan bangsa Indonesia melawan Komunis.   



















5



DAFTAR PUSTAKA

           Buku Panduan MONUMEN PANCASILA  SAKTI,
 e-mail : moncas@sejarahtni.mil.id LUBANG BUAYA – JAKARTA
                         www.sejarahtni.mil.id
               www.google.co.id/gambar
               www.blogger.com






















6



LAMPIRAN
Lampiran ini berisi foto-foto diorama dan Peninggalan Bersejarah yang ada di Museum Penghianatan PKI.
Museum Pengkhianatan PKI Lubang Buaya
Diorama di Museum Pengkhianatan PKI yang memperlihatkan tindak kekerasan Pasukan Ubel-Ubel di Sepatan, Tangeran, pada 12 Desember 1945.

Museum Pengkhianatan PKI Lubang Buaya
Diorama yang melukiskan peristiwa revolusi sosial di Langkat pada 9 Maret 1946.


7
Museum Pengkhianatan PKI Lubang Buaya
Diorama tentang pengacauan Surakarta yang terjadi pada 19 Agustus 1948, sebagai salah satu upaya pengalihan perhatian pemerintah RI terhadap persiapan kegiatan pemberontakan PKI di Madiun.
Museum Pengkhianatan PKI Lubang Buaya
Diorama pemberontakan PKI di Madiun pada 18 September 1948.
Museum Pengkhianatan PKI Lubang Buaya
Diorama di Museum Pengkhianatan PKI yang menggambarkan saat Mussi tertembak mati pada 31 Oktober 1948.
Museum Pengkhianatan PKI Lubang Buaya
Diorama penangkapan Amir Sjarifuddin yang terjadi pada 29 November 1948.

8
Museum Pengkhianatan PKI Lubang Buaya
Diorama di Museum Pengkhianatan PKI yang melukiskan serangan PKI ke asrama polisi di Tanjung Priok pada 6 Agustus 1951.
Museum Pengkhianatan PKI Lubang Buaya
Diorama penangkapan D.N. Aidit yang terjadi pada 22 November 1965 di Museum Pengkhianatan PKI.


Museum Pengkhianatan PKI Lubang BuayaMuseum Pengkhianatan PKI Lubang Buaya
Diorama yang menunjukkan proses lahirnya Sura Perintah 11 Maret 1966.



Memorabilia Kapten Pierre Andreas Tendean yang disimpan di sebuah ruangan yang bersebelahan dengan gedung Museum Pengkhianatan PKI.










9




2

Comments